Kurikulum Merdeka telah membawa angin segar dalam dunia pendidikan Indonesia, menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, pengembangan karakter, dan relevansi dengan dunia nyata. Di tingkat Sekolah Dasar (SD), kelas 3 menjadi salah satu jenjang krusial yang menandai transisi dari pembelajaran dasar ke pemahaman konsep yang lebih mendalam. Agar pembelajaran di kelas 3 SD berjalan efektif, guru dituntut untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang matang dan relevan.
RPP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan peta jalan guru dalam mengantarkan siswa mencapai tujuan pembelajaran. RPP yang baik akan memandu guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara sistematis, memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang RPP kelas 3 SD, mulai dari esensinya, komponen-komponennya, hingga contoh penerapan dalam berbagai mata pelajaran, lengkap dengan contoh soal yang dapat diadaptasi.
Apa Itu RPP Kelas 3 SD?
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas 3 SD adalah dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebagai panduan dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. RPP ini dirancang berdasarkan prinsip Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi, berpusat pada siswa, dan pengembangan kompetensi holistik.
Dalam konteks Kurikulum Merdeka, RPP kelas 3 SD lebih bersifat fleksibel dan adaptif. Guru tidak lagi terikat pada struktur yang kaku, melainkan didorong untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa di kelasnya. Fokusnya adalah pada pencapaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu (SMART), serta bagaimana guru akan memfasilitasi siswa untuk mencapainya.
![]()
Komponen Esensial RPP Kelas 3 SD
Meskipun Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas, RPP kelas 3 SD tetap memiliki beberapa komponen esensial yang perlu diperhatikan untuk memastikan kelengkapan dan efektivitasnya. Komponen-komponen tersebut antara lain:
-
Identitas Sekolah dan Mata Pelajaran:
- Nama Sekolah
- Mata Pelajaran
- Kelas/Semester
- Alokasi Waktu
-
Tujuan Pembelajaran (TP):
- Ini adalah jantung dari RPP. TP merumuskan apa yang diharapkan dapat dicapai siswa setelah mengikuti pembelajaran. TP harus spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu. TP dikembangkan dari Capaian Pembelajaran (CP) yang lebih umum.
- Contoh: Setelah mengikuti pembelajaran, siswa kelas 3 SD dapat mengidentifikasi jenis-jenis sampah dan cara membuangnya dengan benar sesuai dengan jenisnya.
-
Pemahaman Bermakna:
- Menjelaskan mengapa materi pembelajaran penting dan relevan bagi kehidupan siswa di luar sekolah. Ini membantu siswa melihat koneksi antara apa yang mereka pelajari dengan dunia nyata.
- Contoh: Membuang sampah pada tempatnya membantu menjaga kebersihan lingkungan kita dan mencegah penyakit.
-
Pertanyaan Pemantik:
- Pertanyaan yang dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa, memicu diskusi, dan mengarahkan pemikiran mereka pada topik yang akan dipelajari.
- Contoh: "Pernahkah kamu melihat banyak sampah berserakan di sekitar sekolah atau rumahmu? Apa yang kamu rasakan saat melihatnya?"
-
Kegiatan Pembelajaran:
- Ini adalah bagian paling rinci dari RPP, yang menjelaskan langkah-langkah guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan pembelajaran sangat menekankan pada keterlibatan aktif siswa, diferensiasi, dan penggunaan berbagai metode.
- Pendahuluan:
- Salam, doa, absensi.
- Apersepsi (menghubungkan materi sebelumnya dengan materi baru).
- Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya.
- Menyampaikan pertanyaan pemantik.
- Kegiatan Inti:
- Tahapan pembelajaran yang mencakup eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
- Melibatkan berbagai aktivitas seperti diskusi kelompok, kerja mandiri, presentasi, bermain peran, eksperimen sederhana, membaca teks, menonton video, dan lain-lain.
- Diferensiasi: Bagaimana guru mengakomodasi kebutuhan belajar siswa yang beragam (misalnya, siswa yang cepat paham, siswa yang membutuhkan bantuan tambahan, siswa dengan gaya belajar visual, auditori, atau kinestetik).
- Penutup:
- Guru bersama siswa membuat rangkuman/kesimpulan.
- Refleksi pembelajaran (guru dan siswa merefleksikan proses belajar).
- Evaluasi (penilaian singkat).
- Tindak lanjut (tugas rumah atau materi selanjutnya).
-
Asesmen (Penilaian):
- Bagaimana guru akan mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Asesmen bisa berupa:
- Asesmen Diagnostik: Dilakukan di awal pembelajaran untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
- Asesmen Formatif: Dilakukan selama proses pembelajaran untuk memantau kemajuan siswa dan memberikan umpan balik.
- Asesmen Sumatif: Dilakukan di akhir pembelajaran untuk mengukur pencapaian siswa secara keseluruhan.
- Bentuk asesmen bisa berupa tes tertulis, tes lisan, unjuk kerja, proyek, portofolio, observasi, dan lain-lain.
- Bagaimana guru akan mengukur ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Asesmen bisa berupa:
-
Refleksi Guru dan Siswa:
- Refleksi Guru: Pertanyaan bagi guru untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran, tantangan yang dihadapi, dan perbaikan yang perlu dilakukan.
- Refleksi Siswa: Pertanyaan bagi siswa untuk merefleksikan apa yang telah mereka pelajari, bagian mana yang mereka kuasai, dan bagian mana yang masih sulit.
-
Media, Alat, dan Sumber Belajar:
- Menjelaskan sumber daya yang digunakan guru dan siswa dalam pembelajaran (buku, alat peraga, media digital, lingkungan sekitar, narasumber, dll.).
Contoh RPP Kelas 3 SD: Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mari kita buat contoh RPP sederhana untuk satu pertemuan di kelas 3 SD dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
RPP KELAS 3 SD
Identitas Sekolah:
- Nama Sekolah: SD Negeri Maju Jaya
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Kelas/Semester: III (Tiga) / 1 (Satu)
- Alokasi Waktu: 2 x 35 menit (1 pertemuan)
A. Tujuan Pembelajaran (TP):
- Melalui kegiatan membaca teks pendek, siswa kelas 3 SD dapat mengidentifikasi unsur-uns karangan (tokoh, latar, alur sederhana) dengan tepat.
- Melalui kegiatan diskusi kelompok, siswa kelas 3 SD dapat menceritakan kembali isi cerita pendek yang dibaca menggunakan kalimat sendiri dengan percaya diri.
B. Pemahaman Bermakna:
Membaca cerita tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu kita memahami berbagai macam hal, mengenal karakter-karakter baru, dan belajar dari pengalaman mereka. Dengan memahami unsur-uns cerita, kita bisa lebih menghargai karya sastra dan bahkan bisa membuat cerita sendiri.
C. Pertanyaan Pemantik:
"Siapa di antara kalian yang suka mendengarkan dongeng atau cerita sebelum tidur? Apa cerita favoritmu? Menurutmu, apa saja yang membuat sebuah cerita menjadi menarik?"
D. Kegiatan Pembelajaran:
| Tahap | Kegiatan Guru | Kegiatan Siswa | Alokasi Waktu |
|---|---|---|---|
| Pendahuluan | 1. Guru mengucapkan salam, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran siswa. 2. Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan kembali tentang materi sebelumnya (misalnya, jenis-jenis kalimat). 3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengidentifikasi unsur karangan dan menceritakan kembali cerita. 4. Guru menyampaikan manfaat pembelajaran hari ini. 5. Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu siswa. |
1. Siswa menjawab salam, berdoa, dan merespon kehadiran. 2. Siswa menjawab pertanyaan guru tentang materi sebelumnya. 3. Siswa menyimak penjelasan tujuan pembelajaran. 4. Siswa mendengarkan penjelasan manfaat pembelajaran. 5. Siswa merespon pertanyaan pemantik dengan antusias. |
10 menit |
| Kegiatan Inti | Eksplorasi & Elaborasi: 1. Guru membagikan teks cerita pendek berjudul "Kelinci yang Baik Hati" (teks sederhana dengan 3-4 paragraf) kepada setiap siswa. 2. Guru meminta siswa membaca teks cerita tersebut secara mandiri. 3. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi unsur-uns karangan: a. Tokoh: Siapa saja yang ada dalam cerita? (Guru memberikan contoh: kelinci, kura-kura) b. Latar: Di mana cerita itu terjadi? Kapan cerita itu terjadi? (Guru memberikan contoh: di hutan, di tepi sungai, di pagi hari) c. Alur Sederhana: Apa yang terjadi di awal cerita? Apa masalahnya? Bagaimana masalah itu diatasi? (Guru membimbing dengan pertanyaan yang mengarahkan) 4. Guru membagi siswa ke dalam kelompok kecil (3-4 siswa per kelompok). 5. Guru meminta setiap kelompok untuk mendiskusikan dan menuliskan unsur-uns karangan yang telah diidentifikasi pada lembar kerja kelompok. 6. Guru berkeliling untuk memfasilitasi diskusi, menjawab pertanyaan, dan memberikan bimbingan. 7. Setelah diskusi, setiap kelompok diminta untuk menceritakan kembali isi cerita pendek tersebut menggunakan kalimat sendiri secara bergantian. Konfirmasi: 8. Guru meminta beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil identifikasi unsur karangan dan cerita ulang mereka di depan kelas. 9. Guru memberikan umpan balik positif dan koreksi jika ada kesalahan. 10. Guru memperjelas kembali konsep tokoh, latar, dan alur sederhana jika masih ada siswa yang belum paham. |
1. Siswa menerima teks cerita. 2. Siswa membaca teks cerita secara mandiri. 3. Siswa menyimak penjelasan guru tentang tokoh, latar, dan alur sederhana, serta menjawab pertanyaan guru. 4. Siswa bergabung dengan kelompoknya. 5. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi unsur karangan dan menuliskannya di lembar kerja. 6. Siswa aktif bertanya dan berdiskusi dalam kelompok, serta menerima bimbingan guru. 7. Siswa secara bergantian menceritakan kembali isi cerita dalam kelompok. 8. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka. 9. Siswa menyimak presentasi kelompok lain dan umpan balik guru. 10. Siswa yang masih belum paham bertanya kepada guru. |
50 menit |
| Penutup | 1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran tentang unsur-uns karangan dan cara menceritakan kembali cerita. 2. Guru mengajak siswa untuk merefleksikan kegiatan pembelajaran: – Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini? – Bagian mana yang paling sulit? – Apa yang akan kamu lakukan agar lebih mudah memahami cerita? 3. Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas partisipasi siswa. 4. Guru memberikan tugas rumah sederhana (misalnya, mencari cerita pendek di rumah dan mengidentifikasi tokohnya). 5. Guru menutup pelajaran dengan salam. |

Tinggalkan Balasan